- Mesin jahit : untuk menjahit bahan yang sudah dipola Mesin jahit manual: digunakan untuk jahit lurus,Mesin jahit high speed: digunakan untuk jahit lurus dengan kecepatan tinggi. Mesin zig-zag:bersifat multi fungsi antara lain dapat digunakan untuk membuat lubang kancing, membuat hiasan sesuai dengan program yang ada pada mesin jahit zig-zag, Mesin obras: untuk menjahit bagian pinggiran kain dan pinggiran jahitan agar serat kain tidak lepas.
- Spul/kumparan: untuk menggulung benang bawah.
- Sekoci: tempat spul/kumparan.
- Jarum terdiri dari Jarum tangan: untuk menjahit dengan cara manual Jarum mesin: untuk menjahit dengan menggunakan mesin jahit dan Jarum pentul: alat bantu untuk menyemat bahan yang akan dijahit .
- Gunting terdiri dari Gunting kain: untuk menggunting kain,Gunting kertas: untuk menggunting kertas dan Gunting benang: untuk menggunting benang.
- Meteran: untuk mengukur bahan yang akan digunakan.
- Cukit/pendedel: untuk membuka jahitan.
- Rader: untuk memberi tanda jahitan pada kain Pensil dan alat pewarna: untuk membuat desain/rancangan perca .
- Kapur jahit: untuk menandai bahan yang akan digunting.
- Seterika: untuk menyeterika dan merapikan jahitan serta bahan yang digunakan saat menyeterika.
- Penggaris perca/acrylic ruler Rotary cutter: untuk memotong bahan perca yang sudah dipola dalam jumlah banyak, maksimal 10 lembar.
Senin, 20 November 2017
Macam Alat Jahit Perca
Cara Memanfaatkan Kain Perca Batik
Banyak orang yang tidak tahu bahwa kain perca sangat bermanfaat, terutama kain perca batik khususnya. Biasanya setelah sehelai kain selesai dijahit atau dibuat pakaian, sisanya akan terbuang sia-sia. Padahal sisa-sisa kain itu masih bisa dimanfaatkan menjadi bermacam-macam kerajinan yang fungsional.
Ada beberapa jenis kain perca batik yang masing-masing berbeda jenis bahan. Dua diantaranya yang paling banyak adalah jenis kain batik dari bahan katun dan sunwosh.
Kain perca batik bisa dimanfaatkan menjadi beberapa bentuk kerajinan yang fungsional dan bernilai jual, misalnya :Tas, Sandal, Taplak meja, Sprei, sarung bantal dan sarung guling, Tudung saji dan tutup gelas, Bros, Keset, Rok atau daster, dan lain-lain.
Memanfaatkan kain perca sebagai bahan baku utama pembuatan aneka kerajinan ternyata bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Dari kain sisa jahitan yang awalnya tidak bernilai, bisa dikreasikan menjadi berbagai macam produk kerajinan yang memiliki fungsi dan harga jual cukup tinggi.
Fakta Tentang Limbah Kain Perca
Kain perca merupakan sisa kain dari proses penjahitan. Sepintas kain sisa ini adalah kain yang tidak memiliki manfaat, tapi sebenarnya sisa kain ini dapat di manfaatkan menjadi sesuatu atau produk yang berguna. Daripada terbuang menjadi sampah lebih baik di gunakan sebagai barang yang lebih berguna. Kain perca ini dapat dimanfaatkan menjadi barang-barang kerajinan tangan seperti tas, sarung bantal, ataupun produk-produk yang lain.
Istilah "limbah" sebenarnya memiliki kesan yang kurang baik, sebab biasanya berupa sisa buangan yang berpotensi mencemari lingkungan alam sekitar. Namun limbah tekstil yang dimaksudkan disini adalah sisa-sisa potongan kain yang berasal dari industri gramen atau proses produksi konveksi (pakaian).
Istilah umum untuk sisa potongan-potongan kain itu adalah kain perca, meskipun limbah industri garmen tidaklah selalu berupa kain perca (bisa juga berupa tali majun, benang dsb). Untuk mendapatkan limbah garmen kita bisa mendatangi kawasan industri garmen dan membelinya disana atau melalui jasa pemasok khusus limbah garmen. Kita bisa membeli bahan baku kerajinan dari mereka.
Karakteristik Limbah Tekstil
Limbah tekstil jika tidak ditangani dengan baik dapat memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan alam sekitar kita.
Hal ini karena limbah tekstil memiliki karakteristik karakteristik sebagai berikut:
- Sulit menyatu kembali dengan lingkungan alam Limbah garmen yang berupa sisa potongan kain akan sulit hancur meskipun sudah bertahun-tahun lamanya tertimbun didalam tanah, terlebih lagi jika kain itu terbuat dari bahan serat sintetis dan bukan serat alami.
- Dapat merusak biota yang ada didalam tanah dalam jangka waktu tertentu Akibat dari tidak dapat terurainya limbah garmen seiring berjalannya waktu maka hal ini dapat membawa dampak berupa rusaknya biota tanah dimana limbah garmen itu dibuang.
Langganan:
Postingan (Atom)